Categories
Tips Properti

Ingin Bisnis Rumah Kontrakan?? Lakukan 5 Hal ini ..

INGIN BERBISNIS RUMAH KONTRAKAN? LAKUKAN 5 HAL INI

Jika Anda ingin memiliki income pasif tanpa harus meluangkan banyak waktu bekerja, Anda dapat mencoba berbisnis rumah kontrakan. Bisnis ini telah terbukti menjadi salah satu investasi masa depan yang menguntungkan.

Untuk memulainya tentu saja Anda harus memiliki rumah yang akan dikontrakkan. Bila Anda belum memilikinya, salah satu opsi untuk itu adalah membeli rumah terlebih dahulu yang kemudian akan Anda sewakan.

Namun, ada hal-hal yang harus Anda pertimbangkan dahulu sebelum mengambil langkah lebih jauh. Simak ulasannya di bawah ini.

1. Membuat Target Pendapatan Kontrakan

Sebelum Anda memutuskan membeli sebuah rumah untuk disewakan, pastikan Anda telah mencari tahu harga sewa pada umumnya di pasaran yang sesuai dengan lokasi serta kualitas rumah atau properti yang akan dibeli.

Setelah itu, lakukanlah perhitungan untung-rugi, apakah harga beli properti itu akan terbayarkan dengan harga sewa yang akan Anda patok kelak.

Andaikan Anda membeli rumah seharga Rp. 300 juta. Harga sewa rumah di lingkungan sekitar adalah Rp. 1,5 juta per bulan. Maka bila dihitung Anda akan mendapatkan Rp. 18 juta tiap tahun.

Pertimbangkan juga tentang pengeluaran bulanan atau tahunan yang harus Anda keluarkan sebagai pemilik properti. Ini semua harus dihitung sebaik-baiknya agar Anda tidak merugi pada akhirnya.

2. Pahami Pengeluaran Tahunan Kontrakan

Pengeluaran tetap dan pengeluaran tak terduga adalah 2 hal yang harus Anda perhitungkan dalam berbisnis rumah kontrakan.

Untuk pengeluaran tetap, Anda akan mengeluarkan uang secara rutin untuk membayar pajak, asuransi, perawatan (maintenance) dan yang sejenisnya.

Sedangkan untuk pengeluaran tak terduga, Anda harus menyiapkan sejumlah dana untuk keperluan darurat jika terjadi hal-hal di luar rencana. Contoh yang paling sering adalah seperti AC yang rusak dan sebagainya.

Persiapkan dana untuk pengeluaran tetap dan tak terduga yang sama nominalnya. Anggaplah Anda menyiapkan dana Rp. 3 juta untuk masing-masing pengeluaran, artinya tiap tahun Anda harus menyisihkan Rp. 6 juta dari penghasilan kontrakan demi kedua pengeluaran ini.

Bila kita memakai perhitungan sebelumnya, biaya sewa per tahun adalah Rp. 18 juta dikurangi pengeluaran per tahun sebesar Rp. 6 juta, maka pendapatan Anda adalah Rp. 12 juta.

Perhitungan ini hanya berlaku bila properti Anda sudah ada penyewanya. Jadi Anda harus bersiap diri untuk menanggung semua biaya pengeluarannya bila tidak ada yang menyewa.

3. Bersiap untuk Semua Resiko

Sudahkan Anda siap menanggung berbagai resiko rumah kontrakan? Pikirkanlah berbagai resiko yang akan terjadi ketika Anda menjalankan bisnis ini. Pertimbangkanlah kemungkinan-kemungkinan berikut :

a. Saat membeli properti, Anda mungkin harus merancang kembali interiornya dengan baik

b. Mungkin properti Anda tidak ada yang mengontraknya selama beberapa waktu

c. Bila penyewanya kelak bermasalah, Anda harus sanggup mengusirnya

d. Anda harus siap memperbaiki bagian properti yang mungkin akan rusak oleh penyewa yang tak bertanggung jawab.

4. Rutin Melakukan Perawatan Properti

Perawatan properti harus rutin Anda lakukan. Agar kontrakan Anda tetap baik dan terawat, rutinlah untuk membersihkannya sambil memastikan bahwa setiap bagian rumah tidak ada yang rusak. JIka ada kerusakan, segeralah perbaiki.

Rumah yang kosong rawan terhadap kejahatan, misalnya pencurian listrik. Bila rumah Anda belum ada penyewanya, mintalah bantuan satpam atau pihak keamanan di area tersebut untuk memastikan properti Anda tetap aman. Meskipun pada akhirnya rumah Anda sudah ada penyewanya, tetaplah berkoordinasi dengan pihak keamanan agar tetap terjamin aman.

5. Promosikan Kontrakan Anda dengan Tepat

Agar rumah kontrakan Anda dapat segera laku, buatlah promosi yang bagus dan tepat. Anda dapat membuat iklan yang dipasang di surat kabar, majalah, koran, maupun pada situs-situs tertentu secara online. Pakailah juga jasa agen properti terpercaya untuk membantu mengiklankan rumah Anda.

Categories
Tips Properti

Tips Sederhana Cara KPR Rumah

TIPS SEDERHANA MEMBELI RUMAH DENGAN KPR

Sebagai salah satu kebutuhan dasar, rumah telah menjadi dambaan setiap orang. Sayangnya impian ini kadang harus kandas karena terhalang harga rumah yang selangit.

Berdasarkan riset Lifepal dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa di masa depan ada kemungkinan ada peningkatan jumlah penduduk yang tidak memiliki rumah.

Harga rumah yang meroket memang merupakan kendala. Namun ada cari lain yang dapat ditempuh ketika ingin membeli rumah dengan budget yang terbatas, yaitu melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan cara ini Anda dapat membeli rumah idaman melalui cicilan.

Masih ragu membeli rumah dengan KPR? Simak tipsnya berikut ini.

1. Pastikan Dahulu Apakah Anda Layak “Mencicil Rumah”

Mungkin Anda mendapatkan skor yang bagus dari bank atau lembaga pemberi kredit yang meloloskan Anda untuk mencicil rumah. Tapi, tanyakan kembali pada diri Anda apakah Anda sudah layak mencicil rumah.

Anda dapat menemukan jawabannya dengan menghitung perbandingan rasio hutang dengan aset Anda. Dari sini Anda akan mengetahui seberapa besar aset Anda yang dibiayai oleh hutang.

Caranya, bagilah total utang dengan total aset sehingga Anda mendapatkan skor untuk rasio ini. Total skor idela adalah di bawah 50%.

BIla hasilnya menunjukkan skor dia tas 50%, artinya hilai hutang Anda lebih besar dari aset Anda. Dengan demikian Anda tidak dianjurkan untuk mengajukan KPR. Setelah Anda memperbaiki rasio ini, barulah Anda dapat mengajukan KPR.

2. Hindari Berhutang Bila Tak Ada Dana Darurat

Persiapkanlah dana darurat Anda. Idealnya dana darurat ini adalah 3 hingga 6 kali besarnya pengeluaran bulanan.

Semakin tinggi resiko pekerjaan kita dan semakin besar tanggungan kita, maka semakin besar juga kebutuhan kita akan dana darurat. Sebaiknya Anda tidak berhutang bila dana darurat Anda tidak tersedia.

3. Investasikan Dana Anda untuk Membayar DP Rumah

Jika Anda sudah berniat untuk membeli rumah dengan KPR, Anda sudah harus menyisihkan dana untuk membayar uang muka (DP) rumah dan secara rutin memisahkan sejumlah uang untuk cicilannya.

Bila Anda menargetkan pembelian rumah dalam 1 hingga 3 tahun mendatang, simpanlah uang tabungan pembelian rumah pada investasi rendah resiko yang memiliki imbal hasil tetap.

Jangan tempatkan dana Anda pada investasi tinggi dengan imbal hasil dan resiko yang tinggi pula karena waktu menabung yang cenderung pendek. Berbagai resiko pasar yang dapat terjadi dalam waktu dekat akan memengaruhi imbal hasil investasi Anda.

4. Cicilan Rumah Tiap Bulan Tidak Lebih dari 35% Penghasilan

Meskipun bank atau lembaga pemberi kredit akan menyetujui pengajuan KPR dengan cicilan 50% dari penghasilan bulanan, namun angka ideal cicilan rumah adalah 35% dari penghasilan.

Dengan mematok angka cicilan rumah pada 35% penghasilan, Anda tidak perlu cemas untuk mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun keperluan lainnya.

5. Pastikan Anda beserta Keluarga Tetap Terlindungi

Jika Anda berniat untuk memiliki hutang, dalam hal ini melalui KPR, Anda wajib memiliki asuransi jiwa. Anda pastinya tidak ingin memberatkan keluarga Anda dengan warisan hutang yang besar bila terjadi hal yang buruk pada Anda.

Umumnya setiap KPR dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa untuk memitidasi resiko wafatnya debitur. Asuransi ini kelak akan dipakai untuk melunasi hutang bila debitur meninggal dan mencukupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Pilihlah asuransi dengan uang pertanggungan setidaknya dua kali dari jumlah utang yang Anda miliki.

Categories
Tips Properti

Tips membeli Apartemen Dengan KPA

MEMBELI APARTEMEN IMPIAN DENGAN KPA

Apartemen telah menjadi pilihan hunian yang semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat di kota besar. Tidak heran kini banyak apartemen yang dirancang khusus untuk kebutuhan masyarakat kelas menengah dengan harga yang lebih terjangkau.

Jika Anda tertarik untuk memiliki apartemen tapi budget terbatas, Anda dapat mencoba membeli fasilitas KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). Saat ini KPA telah banyak ditawarkan oleh berbagai bank dengan syarat dan ketentuan yang beragam. Meskipun demikian, Anda tidak akan dipersulit saat pengajuan KPA.

Namun bila Anda masih bingung mencari Kredit Tanpa Agunan yang terbaik, Cermati dapat menolong Anda.

Ada beberapa keuntungan yang Anda akan dapat bila membeli apartemen dengan KPA, di antaranya:

1. Anda dapat membeli apartemen baru maupun meng-over kredit dari pemilik sebelumnya

2. Anda bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan budget Anda melalui sistem pembayaran secara kredit. Dengan sistem ini Anda tak perlu takut rugi, khususnya bila Anda membeli apartemen yang masih sementara dibangun.

3. Masa cicilan berkisar 15-20 tahun

4. Prosesnya cepat dan mudah

5. Bank menyediakan jaminan perlindungan tambahan seandainya pengembang tidak dapat menyelesaikan pembangunan apartemen tersebut

6. Ada layanan asuransi tambahan, yakni asuransi kebakaran dan asuransi jiwa kredit sepanjang masa cicilan.

Dalam pengajuan KPA, Anda harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, berdasarkan ketentuan dan kebijakan dari pihak bank. Asal Anda memenuhi semua syarat yang ada, pengajuan KPA Anda pasti berjalan dengan lancar.

Dalam pengajuan KPA, calon pemohon wajib memenuhi syarat-syarat berikut ini.

1. Pemohon adalah Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Berusia minimal 21 tahun

3. Memiliki status sebagai pegawai tetap (bagi karyawan) dengan lama kerja minimal 1 tahun, atau telah menjalankan usaha (bagi pengusaha) selama lebih dari 1 tahun.

4. Harus melengkapi dokumen pengajuan KPA, yakni :

– Fotokopi KTP (suami/istri)

– Fotokopi Kartu Keluarga (KK) + Surat NIkah atau Akta Cerai (bila sudah berceai)

– Bagi karyawan : Slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan yang asli, fotokopi rekening tabungan dalam 3 bulan terakhir, fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap, dan fotokopi NPWP

– Bagi pengusaha : Fotokopi rekening Koran atau tabungan dalam 3 bulan terakhir, fotokopi NPWP, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

– Formulir pengajuan KTA yang telah diisi lengkap

– Pas foto terbaru dalam ukuran yang disesuaikan

– Promo Kartu Kredit Citibank

5. Melakukan pembayaran uang muka yang ditetapkan oleh bank, biasanya sekitar 15-30 % dari harga apartemen

6. Membayar biaya-biaya yang telah ditetapkan oleh bank, yaitu:

– Biaya appraisal, sekitar Rp. 300.000-Rp. 700.000

– Biaya provisi, sekitar 0,5-1,0% dari total harga KPA

– Biaya administrasi, sekitar Rp. 250.000-500.000

– Biaya asuransi sepanjang kredit berlangsung, sekitar 1,0-2,0% dari total harga KPA

– Pajak pembeli Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar 5% dari harga transaksi-NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak).

Penuhi Syaratnya dan Nikmati Manfaatnya

Dengan mengajukan KPA, Anda dapat memiliki hunian apartemen yang sesuai dengan budget Anda. Ini adalah alternatif pembelian terbaik yang akan menghindarkan Anda dari resiko adanya kerugian. Bila Anda telah melengkapi semua syarat yang diajukan pihak bank, Anda dapat segera menikmati kemudahan dan keuntungan membeli apartemen menggunakan fasilitas KPA.

Categories
Tips Properti

Cara Simple Memilih Rumah di Perumahan

6 TIPS MEMILIH RUMAH DI KAWASAN PERUMAHAN

Ketika Anda memilih untuk membeli rumah di suatu perumahan, pastikan Anda telah menimbang dengan matang keputusan Anda. Ingatlah selalu bahwa membeli rumah adalah tentang menata masa depan sehingga perencanaan dan pertimbangan yang matang diperlukan dalam hal ini.

Jika Anda sedang berencana untuk membeli rumah di lokasi perumahan, simak tips berikut ini untuk membantu Anda menetapkan keputusan.

1. Lokasi Perumahan yang Mudah Diakses

Aksesibilitas adalah pertimbangan pertama ketika hendak membeli sebuah rumah. Perhatikan lokasi perumahan itu, apakah mudah dijangkau dari berbagai jalan, apakah tersedia beberapa pilihan jalan alternatif menuju ke perumahan itu, apakah dapat diakses dengan kendaraan umum, dan apakah kondisi jalannya bagus, terawat, serta memungkinkan untuk dilalui.

2. Lokasi Perumahan Dekat dengan Berbagai Fasilitas Umum

Selain mudahnya akses menuju ke perumahan tersebut, pertimbangkan juga akses dari perumahan itu ke berbagai fasilitas umum.

Mungkin tidak semua fasilitas umum dapat ditemukan di sekitar lingkungan perumahan. Namun beberapa fasilitas penting seperti pasar, pusat perbelanjaan, kantor, sekolah, rumah sakit, ATM/bank adalah tempat-tempat yang harus diperhatikan ketika membeli sebuha rumah di perumahan. Perumahan yang baik adalah yang lokasinya dekat dengan sejumlah fasilitas umum yang penting seperti tadi.

3. Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) di dalam Area Perumahan

Ada banyak perumahan yang menyediakan berbagai fasilitas, baik itu fasum maupun fasos, di dalam area perumahan itu sendiri. Fasum maupun fasos yang biasanya dibangun di dalam perumahan meliputi rumah ibadah, taman bermain, taman kompleks, minimarket dan ATM, serta sarana olah raga seperti jogging track, lapangan olah raga indoor dan outdoor.

Saat Anda berencana untuk memilih tinggal di perumahan dengan fasum dan fasos yang ada di dalamnya, jangan lupa untuk memperhatikan apakah semua fasilitas itu dirawat dengan baik atau tidak. Ini adalah salah satu indikator dari keseriusan pihak developer dalam pengelolaan dan perawatan lingkungan perumahan tersebut.

4. Reputasi Pengembang Perumahan/developer

Agar Anda tidak kecewa pada akhirnya, sebaiknya cari tahu dahulu informasi tentang reputasi pihak developer dari perumahan yang ingin Anda beli. Cara mengecek reputasi pihak developer adalah dengan bertanya pada masyarakat sekitar perumahan atau kepada penghuni perumahan itu sendiri mengenai kesan mereka atas pihak pengembang perumahan. Selain itu Anda juga dapat mencari informasi mengenai developer itu secara daring untuk melengkapi informasi yang ada di lapangan.

Konsumen cenderung mempercayai developer yang telah membangun beberapa perumahan karena dianggap sudah pasti berpengalaman dan tahu cara mengatasi setiap keluhan yang ada.

5. Keamanan dan Kebersihan Lingkungan Perumahan

Pastikan bahwa rumah yang akan Anda beli berada pada perumahan yang aman dengan sistem keamanan yang baik. Ini dapat ditunjukkan dengan adanya pos satpam yang berkerja 24 jam setiap hari, jam berjaga/ronda yang teratur, serta penggunaan CCTV pada tempat-tempat khusus dan strategis.

Menyangkut kebersihan, Anda juga perlu memastikan adanya layanan sampah yang bekerja setiap hari untuk mengambil sampah dari rumah-ke rumah.

6. Infrastruktur yang Baik dalam Kompleks Perumahan

Hal penting lainnya yang perlu Anda perhatikan juga adalah infrastruktur yang ada di dalam perumahan, apakah sudah tersedia dan dalam kondisi baik atau tidak. Infrastruktur ini meliputi jalan, selokan/drainase, pasokan air bersih, dan jaringan listrik.

Ada beberapa developer yang, ketika masih sementara mengerjakan pembangunan perumahannya, belum menyelesaikan pembuatan jalan alhasil kondisi jalan masih berupa lapisan batuan (tahap onderlagh). Alasan mereka cukup masuk akal; pembuatan jalan akan diselesaikan setelah pembangunan perumahan selesai agar jalan itu tidak cepat rusak dan awet. Jika Anda menemukan developer yang demikian, Anda perlu memastikan bahwa mereka akan memenuhi janji untuk penyelesaian jalan dalam perumahan itu.

Categories
Tips Properti

Tips Aman Cara Jual Beli Rumah

PAHAMI CARA JUAL BELI RUMAH YANG AMAN

Jual-beli rumah bukanlah bisnis yang baru di kalangan masyarakat. Banyak orang yang menjual rumah mereka dengan cara memasarkannya sendiri rumah mereka maupun menggunakan jasa agen properti sebagai perantara.

Dalam proses jual-beli rumah, pihak perantara biasanya membantu memeriksa semua rincian perijinan dan mengecek kelengkapan dokumen jual-beli rumah, seperti bukti pelunasan PBB, IMB, sertifikat, bukti pelunasan tagihan listrik, dan sebagainya.

Meski demikian, masih sering terjadi kecurangan dalam proses transaksi ini. Hal ini disebabkan oleh penggunaan gaya lama sehingga adanya ketidakefisiensi dalam prosedur perdagangan properti.

Untuk menghindari terjadinya kecurangan, ada beberapa hal yang perlu dipahami tentang cara jual-beli rumah yang aman. Berikut ini ulasannya.

1. Penjual Wajib Menunjukkan Dokumen Kepemilikan Rumah

Penjual harus memperlihatkan bukti kepemilikan rumah yang sah, mulai dari blueprint rumah, bukti pembayaran PBB, sertifikat yang asli, hingga Akta Jual Beli (AJB) yang asli. Kehadiran dokumen ini dapat dijadikan sebagai bukti awal yang dapat meyakinkan calon pembeli.

Bila penjual rumah membeli rumah tersebut dengan cara over kredit rumah KPR yang belum lunas sehingga bukti kepemilikan rumah masih ada pada pihak bank, maka fotokopi sertifikat yang ada di bank dapat ditunjukkan sebagai bukti penggantinya.

2. Membuat Surat Pengikat Perjanjian Jual Bali Melalui Notaris

Penjabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah pihak yang membuatkan akta untuk jual beli benda tidak bergerak, contohnya tanah dan bangunan. Melalui bantuannya proses jual-beli ini menjadi proses yang sah.

Ketika pembeli sudah yakin akan rumah yang akan dibelinya, maka pihak penjual dapat meminta uang muka sebagai tanda jadi pembelian dengan pembayaran yang disertai kwitansi.

Proses yang dilalui adalah para pihak memberi kelengkapan resmi berupa data-data mengenai subyek dan obyek jual beli. PPAT selanjutnya akan menyiapkan Surat Pengikat Jual Beli (SPPJB) melalui pihak notaris dan akan dilanjutkan kepada proses Akta Jual Beli (AJB). Di dalam dokumen ini para pihak yang bertransaksi akan dicantumkan datanya di bagian badan dokumen.

3. Membuat Akta Jual Beli (AJB) Melalui Notaris

Akta Jual Beli (AJB) akan lanjut diurus oleh notaris yang sudah dipilih setelah dihubungi oleh pihak pembeli. Untuk biaya jasa notaris sepenuhnya ditanggung oleh pihak pembeli. Penyerahan akta ini dilakukan bersama dengan penyerahan sertifikat sebagai bukti kepemilikan yang lebih tinggi.

Jika pembayaran tidak dapat dilakukan secara tunai di kantor notaris karena nominal yang besar, maka dapat dilanjutkan melalui proses perbankan. Proses ini akan membutuhkan jeda waktu antara penandatanganan AJB dengan pembayaran di bank.

4. Penjual Wajib Menyerahkan Dokumen Kepemilikkan kepada Notaris

Pihak penjual harus menyerahkan setiap dokumen asli kepemilikan rumah yang meliputi sertifikat, AJB, IMB, PBB dan salinan KTP DAN Kartu Keluarga penjual kepada notaris yang sudah dipilih. Setelah itu notaris akan memberikan tanda terima.

Sertifikat tanah adalah dokumen penting yang harus ada sebagai solusi untuk menghindari sengketa lahan bila terjadi di kemudian hari. Dengan adanya sertifikat tanah ini, lahan yang dibeli akan aman. Namun pastikan terlebih dahulu bahwa nama penjual dan nama yang tercantum dalam sertifikat harus sama. Sekalipun berbeda, seharusnya sertifikat akan disertai dengan surat kuasa dari pemilik asli rumah yang namanya tertulis di dalam sertifikat itu.

Rumah yang dijual akan sangat beresiko bersengketa bila belum memiliki salah satu sertifikat (SHM, SHGB maupun Sertifikat Hak Pakai). Terutama bila rumah tersebut hanya mempunyai sertifikat girik (petok D/rincik/ketitir), yakni tanda kepemilikan atas tanah adat yang belum di daftarkan pada kantor pertanahan (BPN).

5. Pembeli Melunasi Pembayaran dan Dilaporkan ke Notaris

Pembeli wajib melunasi pembayaran setelah proses penandatanganan dan selanjutnya penjual akan melaporkannya ke pihak notaris. Penjual menyerahkan bukti tanda terima surat asli atas kepemilikan rumah kepada pembeli sehingga ia dapat mengambilnya pada notaris tersebut.

6. Melakukan Balik Nama Dokumen Rumah yang Telah Dilunasi

Langkah selanjutnya pembeli akan mendaftarkan balik nama tanah dan bangunan di kantor BPN dengan memakai sertifikat AJB, IMB, salinan KTP, bukti pembayaran PBB beserta KK pemilik rumah lama dan pemilik rumah baru.

Categories
Tips Properti

Mau Sewa Apartemen?.. Simak Tips Berikut ..

BERNIAT MENYEWA APARTEMEN? INI TIPSNYA!

Banyak orang yang tinggal dan beraktivitas di kota besar memilih untuk tinggal di apartemen. Hal ini dinilai lebih praktis, efisien dan menguntungkan bila dilihat dari harga, fasilitas, keamanan, hingga lokasi yang strategis dari apartemen tersebut.

Namun memilih apartemen yang cocok untuk ditinggali akan membutuhkan beberapa pertimbangan khusus, terutama bagi pemula. Bila Anda salah satunya, simak beberapa tips memilih apartemen berikut ini.

1. Pemilihan Lokasi

Pertimbangan pertama yang paling penting adalah lokasi apartemen. Pastikan apartemen yang hendak Anda tinggali berdekatan dengan tempat kerja, kampus, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. Pilihlah juga lokasi apartemen yang dapat dijangkau dengan transportasi umum sehingga memudahkan dalam mobilisasi.

Bila Anda memiliki beberapa pilihan apartemen, lakukan perbandingan jarak ke fasilitas umum dengan mempertimbangkan potensi kemacetan serta akses kendaraan di sekitar apartemen-apartemen tersebut.

2. Cari yang Sesuai Kebutuhan

Carilah apartemen yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda dapat memilih dari 3 jenis apartemen yang biasanya disewakan, full furnished (siap dihuni), unfurnished (tanpa furnitur), dan semi furnished (tersedia beberapa furnitur).

Tak hanya itu, Anda juga perlu memastikan ukuran apartemen yang Anda perlukan. Ada beberapa ukuran apartemen yang dapat Anda piliih, mulai dari studio 22 m2, 1 kamar tidur 34 m2, dan 2 kamar tidur 39 m2.

3. Perhatikan Fasilitas yang Tersedia

JIka Anda memilih apartemen yang semi furnished atau yang furnished, Anda harus memastikan semua furnitur yang tersedia berada dalam kondisi yang baik, aman, dan dapat digunakan.

Di samping itu, Anda dapat pula menyisihkan waktu untuk memperhatikan fasilitas pendukung lainnya seperti sarana olah raga, kolam berenang, bank, atau minimarket untuk mendukung kelancaran aktivitas Anda kelak.

4. Pertimbangkan Harga Sewa

Ketika memilih apartemen, pertimbangkan apakah harga sewa apartemen itu sudah sesuai dengan fasilitas yang disediakan dan kemudahan akses di sekitarnya.

Anda juga harus mempertimbangkan biaya lainnya di luar biaya sewa, seperti pemelharaan gedung dan tagihan lainnya.

Bila Anda ingin menghemat biaya, carilah apartemen dengan sistem sewa per tahun. Namun jika budget Anda tidak mencukupi, temukan apartemen favorit Anda di Rukita. Anda dapat membayar harga sewanya tiap bulan tanpa ada biaya tambahan lainnya.

5. Ketahui Peraturan Apartemen

Saat Anda hendak menandatangi perjanjian sewa, perhatikan dengan seksama semua peraturan di apartemen.

Tanyakan hal-hal yang belum Anda pahami atau bila Anda memiliki keinginan khusus terkait tinggal di apartemen tersebut. Misalnya Anda ingin memelihara hewan peliharaan. Anda dapat mendiskusikannya dengan pihak pengelola/penyewa apartemen. Anda tidak perlu khawatir karena ada banyak apartemen yang membolehkan penyewanya untuk memelihara hewan peliharaan.

6. Pertimbangkan Keamanan Sekitar

Banyak orang yang memilih tinggal di apartemen karena keamanannya yang terjamin. Tetapi ketika Anda akan menyewa apartemen, perhatikan juga keamanan di lingkungan sekitarnya.

Adalah lebih baik bila Anda mencari tahu terlebih dahulu layanan keamanan seperti apa yang Anda akan dapatkan di apartemen tersebut. Jangan lupa juga untuk memastikan CCTV bekerja dengan baik dalam memantau keamanan di sekitar apartemen Anda.

7. Cari Tahu Perawatan Apartemen

Sebagai calon penyewa apartemen, Anda wajib mencari tahu tigkat kebersihan dan perawatan unit apartemen. Meski jasa cleaning service biasanya tersedia, tapi ada baiknya Anda juga tetap menjaga kebersihan di dalam apartemen yang akan Anda tinggali.

Anda juga dapat menggunakan jasa maintenance untuk merawat apartemen Anda ketika Anda sibuk dan tidak punya waktu melakukannya sendiri. Terlepas dari itu semua, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan apartemen dan dan mengontrol perawatannya.

8. Perhatikan Lahan Parkir

Lahan parkir adalah hal penting lainnya yang harus Anda pertimbangkan ketika akan menyewa apartemen. Jika Anda memiliki kendaraan untuk mobilitas sehari-hari, pilihlah apartemen dengan lahan parkir yang memadai, aman, dan biaya bulanan yang terjangkau.

Categories
Tips Properti

Tips Bikin Rumah Bersih dan Nyaman

MAU RUMAH BERSIH DAN NYAMAN? INI TIPSNYA!

Setiap orang menginginkan rumah yang bersih dan nyaman untuk ditinggali. Tidak ada cara khusus yang mahal untuk membuat rumah bersih dan nyaman selain perawatan yang tepat dan rutin.

Rumah membutuhkan perawatan rutin dan benar agar setiap penghuninya merasa nyaman dan betah tinggal di dalamnya. Kebersihan dan kenyamanan rumah yang dirawat dengan baik tidak hanya akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa namun juga pada kualitas kesehatan tiap orang yang tinggal di rumah itu.

Merawat rumah dapat dilakukan dalam banyak cara, mulai dari hal yang paling sederhana, seperti menjaga kebersihan, hingga melakukan renovasi sesuai kebutuhan. Di bawah ini adalah beberapa tips murah meriah yang Anda dapat gunakan untuk merawat rumah Anda.

1. Membersihkan Rumah secara Rutin

Cara merawat rumah yang paling sederhana dan mendasar adalah dengan membersihkannya secara rutin. Anda dapat membuat jadwal untuk membersihkan rumah secara teratur, baik untuk Anda pribadi maupun dengan melibatkan setiap penghuni rumah jika Anda tinggal bersama keluarga.

Dalam membersihkan rumah, ada kegiatan yang perlu dilakukan setiap hari, contohnya membersihkan debu dan menyapu lantai, dan ada yang hanya perlu dilakukan 3-5 hari sekali, seperti mengepel lantai. Anda juga perlu meluangkan waktu sekali dalam 6 bulan untuk membersihkan rumah secara keseluruhan. Pembersihan ini termasuk juga pada ruangan atau area yang jarang dibersihkan sehari-hari, seperti garasi dan gudang.

Selain itu, hal yang penting juga dalam menjaga kebersihan dan kerapihan rumah adalah untuk selalu membiasakan diri menyimpan kembali barang-barang yang diambil ke tempatnya semula.

Dengan membuat jadwal kebersihan maka Anda dan seluruh penghuni rumah akan selalu diingatkan atas tanggung jawab untuk membersihkan rumah.

2. Mengatur Sirkulasi Udara dan Pencahayaan

Rumah yang sehat adalah yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan yang cukup. Dengan membuat banyak ventilasi udara, perputaran udara di dalam rumah akan lebih menyehatkan semua penghuni di dalamnya sekaligus menjaga kualitas perabotan Anda.

Pencahayaan sinar matahari yang cukup bagi rumah juga sangat penting. Rumah yang terlalu lembab dan dingin akan menjadi tempat sempurna untuk pertumbuhan dan perkembangan jamur pada dinding maupun perabotan. Ini tentu akan mempengaruhi daya tahan dinding dan perabot di dalam rumah serta, yang paling penting, kesehatan setiap orang di dalamnya.

3. Memanfaatkan Ruang yang Tak Terpakai

Sering kita memiliki perabotan atau benda-benda yang tidak terpakai namun masih kita simpan di dalam rumah. Bila tidak diatur dengan baik, rumah akan terlihat berantakan dan sempit dengan keberadaan barang-barang ini.

Untuk mengatasi ini, Anda dapat memanfaatkan ruang atau sudut-sudut yang tidak terpakai sebagai media penyimpanan perabotan Anda. Beberapa spot yang dapat Anda gunakan sebagai tempat penyimpanan adalah area kecil di bawah tangga, loteng, atau garasi. Anda dapat membuat lemari atau rak khusus untuk penyimpanan yang diletakkan di tempat-tempat tersebut.

4. Mengecat Kembali

Seiring berjalannya waktu cat dinding rumah akan ikut memudar, mengapur, bahkan mengelupas. Jika ini terjadi, Anda dapat mengambil waktu khusus untuk mengecat kembali dinding rumah Anda. Pastikan untuk membersihkan permukaan dinding sebelum Anda mengecatnya agar hasil cat dapat bertahan lama dan permukaan dinding tetap terlindungi dengan baik. Selain itu, mengecat dinding dengan warna-warna baru juga cenderung memberikan suasana dan semangat yang baru kepada setiap penghuninya.

5. Memperbaiki Kerusakan

Sambil Anda membersihkan dan merawat rumah dengan teratur, perhatikan dengan seksama setiap sudut rumah kalau saja ada yang perlu diperbaiki. Biasakan untuk memperbaiki setiap kerusakan kecil tanpa perlu menunda pekerjaan itu. Kadang dengan menunda-nunda kita menjadi lupa dan justru berakibat pada kerusakan yang lebih parah dan berimbas kepada perabotan atau benda lainnya di rumah.

Sedini mungkin lakukan perbaikan pada kerusakan sekecil apapun untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar dan luas.