Categories
Tips Properti

Tips Sederhana Cara KPR Rumah

TIPS SEDERHANA MEMBELI RUMAH DENGAN KPR

Sebagai salah satu kebutuhan dasar, rumah telah menjadi dambaan setiap orang. Sayangnya impian ini kadang harus kandas karena terhalang harga rumah yang selangit.

Berdasarkan riset Lifepal dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa di masa depan ada kemungkinan ada peningkatan jumlah penduduk yang tidak memiliki rumah.

Harga rumah yang meroket memang merupakan kendala. Namun ada cari lain yang dapat ditempuh ketika ingin membeli rumah dengan budget yang terbatas, yaitu melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan cara ini Anda dapat membeli rumah idaman melalui cicilan.

Masih ragu membeli rumah dengan KPR? Simak tipsnya berikut ini.

1. Pastikan Dahulu Apakah Anda Layak “Mencicil Rumah”

Mungkin Anda mendapatkan skor yang bagus dari bank atau lembaga pemberi kredit yang meloloskan Anda untuk mencicil rumah. Tapi, tanyakan kembali pada diri Anda apakah Anda sudah layak mencicil rumah.

Anda dapat menemukan jawabannya dengan menghitung perbandingan rasio hutang dengan aset Anda. Dari sini Anda akan mengetahui seberapa besar aset Anda yang dibiayai oleh hutang.

Caranya, bagilah total utang dengan total aset sehingga Anda mendapatkan skor untuk rasio ini. Total skor idela adalah di bawah 50%.

BIla hasilnya menunjukkan skor dia tas 50%, artinya hilai hutang Anda lebih besar dari aset Anda. Dengan demikian Anda tidak dianjurkan untuk mengajukan KPR. Setelah Anda memperbaiki rasio ini, barulah Anda dapat mengajukan KPR.

2. Hindari Berhutang Bila Tak Ada Dana Darurat

Persiapkanlah dana darurat Anda. Idealnya dana darurat ini adalah 3 hingga 6 kali besarnya pengeluaran bulanan.

Semakin tinggi resiko pekerjaan kita dan semakin besar tanggungan kita, maka semakin besar juga kebutuhan kita akan dana darurat. Sebaiknya Anda tidak berhutang bila dana darurat Anda tidak tersedia.

3. Investasikan Dana Anda untuk Membayar DP Rumah

Jika Anda sudah berniat untuk membeli rumah dengan KPR, Anda sudah harus menyisihkan dana untuk membayar uang muka (DP) rumah dan secara rutin memisahkan sejumlah uang untuk cicilannya.

Bila Anda menargetkan pembelian rumah dalam 1 hingga 3 tahun mendatang, simpanlah uang tabungan pembelian rumah pada investasi rendah resiko yang memiliki imbal hasil tetap.

Jangan tempatkan dana Anda pada investasi tinggi dengan imbal hasil dan resiko yang tinggi pula karena waktu menabung yang cenderung pendek. Berbagai resiko pasar yang dapat terjadi dalam waktu dekat akan memengaruhi imbal hasil investasi Anda.

4. Cicilan Rumah Tiap Bulan Tidak Lebih dari 35% Penghasilan

Meskipun bank atau lembaga pemberi kredit akan menyetujui pengajuan KPR dengan cicilan 50% dari penghasilan bulanan, namun angka ideal cicilan rumah adalah 35% dari penghasilan.

Dengan mematok angka cicilan rumah pada 35% penghasilan, Anda tidak perlu cemas untuk mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun keperluan lainnya.

5. Pastikan Anda beserta Keluarga Tetap Terlindungi

Jika Anda berniat untuk memiliki hutang, dalam hal ini melalui KPR, Anda wajib memiliki asuransi jiwa. Anda pastinya tidak ingin memberatkan keluarga Anda dengan warisan hutang yang besar bila terjadi hal yang buruk pada Anda.

Umumnya setiap KPR dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa untuk memitidasi resiko wafatnya debitur. Asuransi ini kelak akan dipakai untuk melunasi hutang bila debitur meninggal dan mencukupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Pilihlah asuransi dengan uang pertanggungan setidaknya dua kali dari jumlah utang yang Anda miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *