Categories
Tips Properti

Ingin Bisnis Rumah Kontrakan?? Lakukan 5 Hal ini ..

INGIN BERBISNIS RUMAH KONTRAKAN? LAKUKAN 5 HAL INI

Jika Anda ingin memiliki income pasif tanpa harus meluangkan banyak waktu bekerja, Anda dapat mencoba berbisnis rumah kontrakan. Bisnis ini telah terbukti menjadi salah satu investasi masa depan yang menguntungkan.

Untuk memulainya tentu saja Anda harus memiliki rumah yang akan dikontrakkan. Bila Anda belum memilikinya, salah satu opsi untuk itu adalah membeli rumah terlebih dahulu yang kemudian akan Anda sewakan.

Namun, ada hal-hal yang harus Anda pertimbangkan dahulu sebelum mengambil langkah lebih jauh. Simak ulasannya di bawah ini.

1. Membuat Target Pendapatan Kontrakan

Sebelum Anda memutuskan membeli sebuah rumah untuk disewakan, pastikan Anda telah mencari tahu harga sewa pada umumnya di pasaran yang sesuai dengan lokasi serta kualitas rumah atau properti yang akan dibeli.

Setelah itu, lakukanlah perhitungan untung-rugi, apakah harga beli properti itu akan terbayarkan dengan harga sewa yang akan Anda patok kelak.

Andaikan Anda membeli rumah seharga Rp. 300 juta. Harga sewa rumah di lingkungan sekitar adalah Rp. 1,5 juta per bulan. Maka bila dihitung Anda akan mendapatkan Rp. 18 juta tiap tahun.

Pertimbangkan juga tentang pengeluaran bulanan atau tahunan yang harus Anda keluarkan sebagai pemilik properti. Ini semua harus dihitung sebaik-baiknya agar Anda tidak merugi pada akhirnya.

2. Pahami Pengeluaran Tahunan Kontrakan

Pengeluaran tetap dan pengeluaran tak terduga adalah 2 hal yang harus Anda perhitungkan dalam berbisnis rumah kontrakan.

Untuk pengeluaran tetap, Anda akan mengeluarkan uang secara rutin untuk membayar pajak, asuransi, perawatan (maintenance) dan yang sejenisnya.

Sedangkan untuk pengeluaran tak terduga, Anda harus menyiapkan sejumlah dana untuk keperluan darurat jika terjadi hal-hal di luar rencana. Contoh yang paling sering adalah seperti AC yang rusak dan sebagainya.

Persiapkan dana untuk pengeluaran tetap dan tak terduga yang sama nominalnya. Anggaplah Anda menyiapkan dana Rp. 3 juta untuk masing-masing pengeluaran, artinya tiap tahun Anda harus menyisihkan Rp. 6 juta dari penghasilan kontrakan demi kedua pengeluaran ini.

Bila kita memakai perhitungan sebelumnya, biaya sewa per tahun adalah Rp. 18 juta dikurangi pengeluaran per tahun sebesar Rp. 6 juta, maka pendapatan Anda adalah Rp. 12 juta.

Perhitungan ini hanya berlaku bila properti Anda sudah ada penyewanya. Jadi Anda harus bersiap diri untuk menanggung semua biaya pengeluarannya bila tidak ada yang menyewa.

3. Bersiap untuk Semua Resiko

Sudahkan Anda siap menanggung berbagai resiko rumah kontrakan? Pikirkanlah berbagai resiko yang akan terjadi ketika Anda menjalankan bisnis ini. Pertimbangkanlah kemungkinan-kemungkinan berikut :

a. Saat membeli properti, Anda mungkin harus merancang kembali interiornya dengan baik

b. Mungkin properti Anda tidak ada yang mengontraknya selama beberapa waktu

c. Bila penyewanya kelak bermasalah, Anda harus sanggup mengusirnya

d. Anda harus siap memperbaiki bagian properti yang mungkin akan rusak oleh penyewa yang tak bertanggung jawab.

4. Rutin Melakukan Perawatan Properti

Perawatan properti harus rutin Anda lakukan. Agar kontrakan Anda tetap baik dan terawat, rutinlah untuk membersihkannya sambil memastikan bahwa setiap bagian rumah tidak ada yang rusak. JIka ada kerusakan, segeralah perbaiki.

Rumah yang kosong rawan terhadap kejahatan, misalnya pencurian listrik. Bila rumah Anda belum ada penyewanya, mintalah bantuan satpam atau pihak keamanan di area tersebut untuk memastikan properti Anda tetap aman. Meskipun pada akhirnya rumah Anda sudah ada penyewanya, tetaplah berkoordinasi dengan pihak keamanan agar tetap terjamin aman.

5. Promosikan Kontrakan Anda dengan Tepat

Agar rumah kontrakan Anda dapat segera laku, buatlah promosi yang bagus dan tepat. Anda dapat membuat iklan yang dipasang di surat kabar, majalah, koran, maupun pada situs-situs tertentu secara online. Pakailah juga jasa agen properti terpercaya untuk membantu mengiklankan rumah Anda.

Categories
Jual Properti

5 Tips Jitu Cara Menjual Apartemen

5 TIPS MENJUAL APARTEMEN

Minat masyarakat kota besar saat ini terhadap kepemilikan apartemen telah meningkat tajam. Banyak orang yang menetap dan bekerja di kota besar memilih untuk tinggal di apartemen karena berbagai faktor keuntungan yang didapatkan.

Tingginya minat pasar tentunya mendorong angka penjualan apartemen. Apartemen dengan berbagai ukuran dijual dengan harga yang cukup terjangkau sehingga memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan dapat memilikinya.

Sebagai pembeli tentunya siapapun akan mencari apartemen dengan fasilitas yang memadai dan harga yang bersahabat dengan kantong. Untuk itu para penjual harus cerdas sekaligus bijaksana saat menjual apartemen mereka.

Apakah Anda juga sedang berencana menjual apartemen? Pelajari 5 tips yang telah kami siapkan agar apartemen Anda dapat terjual dengan harga terbaik.

1. Lakukan Perbaikan Apartemen

Jika Anda hendak menjual apartemen, sebaiknya lakukan renovasi terlebih dahulu. Apartemen yang telah direnovasi sebelum dijual biasanya akan laku dengan harga yang tinggi.

Cari tahu setiap titik yang harus Anda renovasi dan perhitungkan pengeluarannya. Biasanya yang harus diperbaiki adalah bagian-bagian yang sudah usang atau rusak, misalnya lantai, daun pintu, engsel, langit-langit rumah, atap rumah yang bocor, dan sejenisnya. Jangan lupa bersihkan dan cat kembali dinding rumah Anda dengan warna natural.

2. Tetapkan Harga Jual Apartemen Berdasarkan Riset Pasar

Sebelum menjual apartemen Anda, lakukanlah riset harga jual apartemen di pasaran. Anda dapat mencari tahu harga rata-rata apartemen yang sama di daerah tersebut untuk menjadi patokan harga apartemen Anda.

Faktor penting lainnya yang harus jadi pertimbangan adalah lokasi yang strategis serta fasilitas apartemen. Semakin strategis letak suatu apartemen dan lengkap fasilitasnya, semakin tinggi harga jualnya. Tidak perlu ragu untuk memasang harga tinggi jika Anda menjual apartemen dengan keuntungan tersebut.

3. Pasang Iklan di Situs Jual Beli Properti

Pemasaran yang tepat dan benar akan jauh memudahkan proses penjualan apartemen. Mulailah memasang iklan di berbagai situs jual beli properti yang sekarang sudah tersedia dalam jumlah yang banyak. Ini adalah cara yang mudah untuk menarik minat calon pembeli.

Salah satu rekomendasi situs jual beli properti adalah 99.co.id. Di sini Anda dapat memasang iklan untuk penjualan apartemen Anda dengan sangat mudah sekaligus melakukan perbandingan harga dengan apartemen lainnya yang sedang dijual.

4. Bekerja Sama dengan Agen Properti

Apabila Anda menjual apartemen dengan potensi harga yang tinggi, jangan ragu untuk bekerja sama dengan agen properti yang sudah berpengalaman.

Agen properti yang berpengalaman biasanya memiliki relasi yang sangat luas dan terpercaya sehingga akan memudahkan proses penjualan apartemen Anda. Dengan memakai jasa agen properti berpengalaman, Anda tak perlu lagi dipusingkan dengan masalah jual beli apartemen Anda karena sepenuhnya akan diurus oleh agen properti tersebut.

Ketika bekerja sama dengan agen properti, pastikan bahwa Anda sudah mengetahui seberapa besar komisi yang akan diambil oleh pihak agen. Semua hal yang menyangkut pembagian keuntungan haruslah transparan dan disetujui oleh semua pihak.

5. Percaya Diri dan tetap Yakin

Pastikan bahwa harga apartemen yang Anda jual sudah sesuai dengan kualitas yang dimiliki. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir dengan penawaran harga yang rendah. Berikan penolakan yang masuk akal ketika harga yang ditawarkan belum sesuai dengan harapan Anda. Tak perlu terburu-buru menjual, tetaplah yakin dan percaya diri. Properti yang baik pantas mendapatkan harga yang terbaik pula.

Categories
Tips Properti

Tips Sederhana Cara KPR Rumah

TIPS SEDERHANA MEMBELI RUMAH DENGAN KPR

Sebagai salah satu kebutuhan dasar, rumah telah menjadi dambaan setiap orang. Sayangnya impian ini kadang harus kandas karena terhalang harga rumah yang selangit.

Berdasarkan riset Lifepal dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa di masa depan ada kemungkinan ada peningkatan jumlah penduduk yang tidak memiliki rumah.

Harga rumah yang meroket memang merupakan kendala. Namun ada cari lain yang dapat ditempuh ketika ingin membeli rumah dengan budget yang terbatas, yaitu melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan cara ini Anda dapat membeli rumah idaman melalui cicilan.

Masih ragu membeli rumah dengan KPR? Simak tipsnya berikut ini.

1. Pastikan Dahulu Apakah Anda Layak “Mencicil Rumah”

Mungkin Anda mendapatkan skor yang bagus dari bank atau lembaga pemberi kredit yang meloloskan Anda untuk mencicil rumah. Tapi, tanyakan kembali pada diri Anda apakah Anda sudah layak mencicil rumah.

Anda dapat menemukan jawabannya dengan menghitung perbandingan rasio hutang dengan aset Anda. Dari sini Anda akan mengetahui seberapa besar aset Anda yang dibiayai oleh hutang.

Caranya, bagilah total utang dengan total aset sehingga Anda mendapatkan skor untuk rasio ini. Total skor idela adalah di bawah 50%.

BIla hasilnya menunjukkan skor dia tas 50%, artinya hilai hutang Anda lebih besar dari aset Anda. Dengan demikian Anda tidak dianjurkan untuk mengajukan KPR. Setelah Anda memperbaiki rasio ini, barulah Anda dapat mengajukan KPR.

2. Hindari Berhutang Bila Tak Ada Dana Darurat

Persiapkanlah dana darurat Anda. Idealnya dana darurat ini adalah 3 hingga 6 kali besarnya pengeluaran bulanan.

Semakin tinggi resiko pekerjaan kita dan semakin besar tanggungan kita, maka semakin besar juga kebutuhan kita akan dana darurat. Sebaiknya Anda tidak berhutang bila dana darurat Anda tidak tersedia.

3. Investasikan Dana Anda untuk Membayar DP Rumah

Jika Anda sudah berniat untuk membeli rumah dengan KPR, Anda sudah harus menyisihkan dana untuk membayar uang muka (DP) rumah dan secara rutin memisahkan sejumlah uang untuk cicilannya.

Bila Anda menargetkan pembelian rumah dalam 1 hingga 3 tahun mendatang, simpanlah uang tabungan pembelian rumah pada investasi rendah resiko yang memiliki imbal hasil tetap.

Jangan tempatkan dana Anda pada investasi tinggi dengan imbal hasil dan resiko yang tinggi pula karena waktu menabung yang cenderung pendek. Berbagai resiko pasar yang dapat terjadi dalam waktu dekat akan memengaruhi imbal hasil investasi Anda.

4. Cicilan Rumah Tiap Bulan Tidak Lebih dari 35% Penghasilan

Meskipun bank atau lembaga pemberi kredit akan menyetujui pengajuan KPR dengan cicilan 50% dari penghasilan bulanan, namun angka ideal cicilan rumah adalah 35% dari penghasilan.

Dengan mematok angka cicilan rumah pada 35% penghasilan, Anda tidak perlu cemas untuk mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun keperluan lainnya.

5. Pastikan Anda beserta Keluarga Tetap Terlindungi

Jika Anda berniat untuk memiliki hutang, dalam hal ini melalui KPR, Anda wajib memiliki asuransi jiwa. Anda pastinya tidak ingin memberatkan keluarga Anda dengan warisan hutang yang besar bila terjadi hal yang buruk pada Anda.

Umumnya setiap KPR dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa untuk memitidasi resiko wafatnya debitur. Asuransi ini kelak akan dipakai untuk melunasi hutang bila debitur meninggal dan mencukupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Pilihlah asuransi dengan uang pertanggungan setidaknya dua kali dari jumlah utang yang Anda miliki.

Categories
Jual Properti

Simak 6 Mitos Salah Dalam Bisnis Properti

6 MITOS YANG SALAH DALAM BISNIS PROPERTI

Bisnis properti memang menantang. Diperlukan modal besar untuk berinvestasi dalam bisnis ini. Tak heran banyak pemula yang setelah gagal dan merugi akhirnya memilih untuk mundur.

Jika ditelusuri lagi, kemunduran mereka ini sebenarnya tidak hanya karena faktor gagal atau rugi. Adanya berbagai mitos terkait bisnis properti juga telah menjadi alasan ketakutan bagi banyak orang.

Menurut Benny Lo dalam bukunya ““Property Quadrant: Sukses Memulai Bisnis Properti”, masyarakat telah percaya kepada mitos-mitos yang keliru tentang dunia bisnis properti sehingga menimbulkan ketakutan untuk menjalani bisnis ini.

Anda penasaran apa saja mitos-mitosnya? Mari kita lihat satu per satu.

1. Harus Memiliki Uang yang Banyak

Mitos pertama yang keliru tentang bisnis properti adalah bahwa untuk berinvestasi properti harus mempunyai uang yang banyak.

Kenyataannya adalah Anda dapat berinvestasi sesuai dengan budget Anda. Carilah harga yang terjangkau serta masuk akal sambil terus memantau perkembangan nilainya. Ketika di kemudian hari harganya naik tentu saja Anda akan diuntungkan.

2. Harus Mempunyai Sentuhan Raja

Sentuhan raja atau sentuhan Midas adalah cerita dari mitologi Yunani yang sangat terkenal tentang raja yang dapat mengubah segala sesuatu yang dia sentuh menjadi emas. Dalam kehidupan saat ini, hal semacam ini tidak selalu terjadi. Banyak kisah tentang orang yang sukses berinvestasi properti maupun real estate juga pernah gagal dan rugi.

Hal yang penting dalam berinvestasi sebenarnya adalah kemampuan melihat peluang. Seberapa cepat Anda melihat dan memanfaatkan peluang yang ada, semakin besar keuntungan yang akan Anda dapatkan. Untuk mengatahui adanya peluang terbaik, analisis berdasarkan akal sehat perlu dilakukan. Kemampuan ini dapat Anda latih dengan cara rutin memantau perkembangan harga properti di lapangan.

3. Bisnis Properti Pasti Selalu Berhasil

Pada dasarnya semua bisnis tidak selalu menjamin keberhasilan. Bisnis bermodal besar maupun kecil selalu memiliki resiko kegagalan dan kerugian. Para pebisnis properti yang sukses pasti mempunyai cerita tentang kegagalan yang mereka jadikan sebagai motivasi untuk bangkit dan terus maju. Pahitnya kegagalan justru menjadikan mata mereka semakin jeli melihat peluang keberhasilan.

4. Harus Sudah Berpengalaman

Pengalaman masa lalu bukanlah sumber kepercayaan diri dan kekuatan di dalam menjalankan bisnis properti. Sebaliknya, Anda akan mendapatkannya dari proses transaksi yang bagus.

Hasil dari proses transaksi yang baik adalah semua pihak yang bekerja sama akan merasa diuntungkan dan senang. Jika pada akhirnya transaksi Anda tidak berhasil atau ditolak, penyebab utamanya adalah angka yang ditawarkan tidak menguntungkan salah satu pihak.

5. Harus Mengenal Banyak Orang di Dunia Properti

Ada banyak anggapan bahwa jika ingin terjun ke dunia bisnis properti itu harus mengenal banyak kontraktor, notaris, arsitek, dan sebagainya. Ini ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya.

Keberhasilan dalam bisnis properti tidak dijamin oleh banyaknya orang di dunia properti yang Anda kenal. Sebagai pemula, Anda dapat memulai dengan bertanya pada top real estate agent di lingkungan Anda. Secara tidak langsung Anda akan dipertemukan dengan orang-orang yang tepat untuk membantu meningkatkan portfolio investasi Anda.

6. Harus Memiliki Modal yang Besar

Mitos yang terakhir ini adalah yang biasanya sangat melekat dengan bisnis properti. Sesungguhnya untuk memulai bisnis properti, Anda tidak selalu harus memulai dengan modal yang besar. Anda dapat menggunakan modal yang kecil sebagai langkah awal. Asalkan Anda bekerja keras dengan tekun, pada akhirnya keberhasilan pasti akan menjadi milik Anda.

Categories
Tips Properti

Tips membeli Apartemen Dengan KPA

MEMBELI APARTEMEN IMPIAN DENGAN KPA

Apartemen telah menjadi pilihan hunian yang semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat di kota besar. Tidak heran kini banyak apartemen yang dirancang khusus untuk kebutuhan masyarakat kelas menengah dengan harga yang lebih terjangkau.

Jika Anda tertarik untuk memiliki apartemen tapi budget terbatas, Anda dapat mencoba membeli fasilitas KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). Saat ini KPA telah banyak ditawarkan oleh berbagai bank dengan syarat dan ketentuan yang beragam. Meskipun demikian, Anda tidak akan dipersulit saat pengajuan KPA.

Namun bila Anda masih bingung mencari Kredit Tanpa Agunan yang terbaik, Cermati dapat menolong Anda.

Ada beberapa keuntungan yang Anda akan dapat bila membeli apartemen dengan KPA, di antaranya:

1. Anda dapat membeli apartemen baru maupun meng-over kredit dari pemilik sebelumnya

2. Anda bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan budget Anda melalui sistem pembayaran secara kredit. Dengan sistem ini Anda tak perlu takut rugi, khususnya bila Anda membeli apartemen yang masih sementara dibangun.

3. Masa cicilan berkisar 15-20 tahun

4. Prosesnya cepat dan mudah

5. Bank menyediakan jaminan perlindungan tambahan seandainya pengembang tidak dapat menyelesaikan pembangunan apartemen tersebut

6. Ada layanan asuransi tambahan, yakni asuransi kebakaran dan asuransi jiwa kredit sepanjang masa cicilan.

Dalam pengajuan KPA, Anda harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, berdasarkan ketentuan dan kebijakan dari pihak bank. Asal Anda memenuhi semua syarat yang ada, pengajuan KPA Anda pasti berjalan dengan lancar.

Dalam pengajuan KPA, calon pemohon wajib memenuhi syarat-syarat berikut ini.

1. Pemohon adalah Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Berusia minimal 21 tahun

3. Memiliki status sebagai pegawai tetap (bagi karyawan) dengan lama kerja minimal 1 tahun, atau telah menjalankan usaha (bagi pengusaha) selama lebih dari 1 tahun.

4. Harus melengkapi dokumen pengajuan KPA, yakni :

– Fotokopi KTP (suami/istri)

– Fotokopi Kartu Keluarga (KK) + Surat NIkah atau Akta Cerai (bila sudah berceai)

– Bagi karyawan : Slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan yang asli, fotokopi rekening tabungan dalam 3 bulan terakhir, fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap, dan fotokopi NPWP

– Bagi pengusaha : Fotokopi rekening Koran atau tabungan dalam 3 bulan terakhir, fotokopi NPWP, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

– Formulir pengajuan KTA yang telah diisi lengkap

– Pas foto terbaru dalam ukuran yang disesuaikan

– Promo Kartu Kredit Citibank

5. Melakukan pembayaran uang muka yang ditetapkan oleh bank, biasanya sekitar 15-30 % dari harga apartemen

6. Membayar biaya-biaya yang telah ditetapkan oleh bank, yaitu:

– Biaya appraisal, sekitar Rp. 300.000-Rp. 700.000

– Biaya provisi, sekitar 0,5-1,0% dari total harga KPA

– Biaya administrasi, sekitar Rp. 250.000-500.000

– Biaya asuransi sepanjang kredit berlangsung, sekitar 1,0-2,0% dari total harga KPA

– Pajak pembeli Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar 5% dari harga transaksi-NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak).

Penuhi Syaratnya dan Nikmati Manfaatnya

Dengan mengajukan KPA, Anda dapat memiliki hunian apartemen yang sesuai dengan budget Anda. Ini adalah alternatif pembelian terbaik yang akan menghindarkan Anda dari resiko adanya kerugian. Bila Anda telah melengkapi semua syarat yang diajukan pihak bank, Anda dapat segera menikmati kemudahan dan keuntungan membeli apartemen menggunakan fasilitas KPA.